Membuat Formulir yang Tidak Membuat Pengguna Menyerah
Formulir adalah titik paling rapuh dalam sebuah produk. Sedikit perubahan pada validasi dan urutan pertanyaan dapat mengubah hasilnya.
Ditulis oleh Content Admin
Formulir adalah tempat pengguna diminta melakukan kerja. Semakin besar kerjanya, semakin besar kemungkinan mereka berhenti. Beberapa prinsip berikut kami pakai pada hampir setiap proyek.
Tanyakan hanya yang akan dipakai
Setiap kolom tambahan harus punya alasan. Jika sebuah data tidak akan dipakai dalam tiga bulan ke depan, kolom itu bisa dihapus.
Validasi saat meninggalkan kolom, bukan saat mengetik
Validasi yang muncul di tengah pengetikan terasa menghakimi. Validasi setelah pengguna selesai mengisi sebuah kolom terasa membantu.
Pesan kesalahan harus menyebutkan solusinya
"Format tidak valid" tidak membantu. "Nomor WhatsApp diawali 08 atau +62" membantu, karena menjelaskan apa yang diharapkan.
Jangan pernah menghapus isian saat terjadi kesalahan
Kehilangan isian setelah menekan tombol kirim adalah alasan paling umum orang menyerah. Data yang sudah diketik harus tetap ada, apa pun yang terjadi di sisi server.
Hubungkan label, kolom, dan pesan kesalahan
Selain kebutuhan aksesibilitas, keterhubungan ini membuat pembaca layar dan peramban dapat mengarahkan pengguna langsung ke kolom yang bermasalah.
Beri tahu apa yang terjadi setelah kirim
Setelah formulir terkirim, jelaskan langkah berikutnya dan perkiraan waktunya. Ketidakpastian setelah pengiriman sama mengganggunya dengan kesalahan saat pengisian.
Dapat catatan baru lewat email
Satu ringkasan tiap kali kami menerbitkan artikel. Tanpa spam, berhenti kapan saja.